<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sahabat guru #1</title>
	<atom:link href="http://sahabatguru1.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sahabatguru1.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 20:25:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sahabatguru1.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sahabat guru #1</title>
		<link>http://sahabatguru1.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sahabatguru1.wordpress.com/osd.xml" title="Sahabat guru #1" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sahabatguru1.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Seni mengatakan Tidak atau Jangan (menghayati peran orangtua III)</title>
		<link>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/12/16/seni-mengatakan-tidak-atau-jangan-menghayati-peran-orangtua-iii/</link>
		<comments>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/12/16/seni-mengatakan-tidak-atau-jangan-menghayati-peran-orangtua-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 20:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatguru1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[berkisah]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pisang]]></category>
		<category><![CDATA[sopyan]]></category>
		<category><![CDATA[toodler]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatguru1.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini diambil dari sesi Mas Agi Rahmat di SMPIT Nurul Fajar (Sekolah Ibu Lisda) ketika bertemu dengan orangtua siswa Sabtu, 12 Desember 2009. Selamat menikmati. +++++++ Todler atau anak berusia sekitar 1 tahunan memang menggemaskan. Sudah nampak mempunyai keiginan-keinginan, tapi masih sangat dekat dengan perilaku bayi sehingga kita akan dengan senang hati memaafkan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=28&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini diambil dari sesi Mas Agi Rahmat di SMPIT Nurul Fajar (Sekolah Ibu Lisda) ketika bertemu dengan orangtua siswa Sabtu, 12 Desember 2009. Selamat menikmati.<br />
+++++++</p>
<p>Todler atau anak berusia sekitar 1 tahunan memang menggemaskan. Sudah nampak mempunyai keiginan-keinginan, tapi masih sangat dekat dengan perilaku bayi sehingga kita akan dengan senang hati memaafkan dan tertawa saja melihat tingkah polahnya.</p>
<p>Tentang anak seperti inilah Pak Sopyan berkisah di sekolah kami pada acara dialog dengan orangtua di sekolah kami.</p>
<p>Suatu hari, anak itu, sebutlah dengan nama Bani, ikut ibunya ke pasar. Digendong. Sepanjang perjalanan Bani tenang saja, mungkin karena senang juga melihat-lihat keramaian pasar. Hingga sesampai di rumah, ibunya baru tersadar bahwa Bani menggenggam sebuah pisang di tangannya. Entah diambilnya di mana. Apa mau dikata, sang ibu kemudian membiarkannya saja.</p>
<p>Esok lusa ketika dibawa ke pasar, kejadian itu terulang lagi. Ada- ada saja yang Bani ambil di pasar dan digenggamnya erat hingga sampai ke rumah. Dan, lagi-lagi sang ibu membiarkannya saja. Mengira itu hanya ketidaksengajaan biasa.. tak perlu dipikirkan benar.</p>
<p>Demikian seringnya Bani mengambil sesuatu dari barang dagangan orang, sehingga kemudian ia menjadi terbiasa dan senang melakukannya. Semakin sulit mengambil sesuatu tanpa diketahui orang lain semakin senang ia. Mengambil milik orang menjadi suatu tantangan yang mengasyikkan.</p>
<p>Akhirnya pada suatu hari ia ingin membuktikan bahwa ia bisa membobol bank. Disusunlah rencana dengan cermat dan ditentukanlah waktunya.</p>
<p>Ketika tiba saat beraksi, ada hal yang meleset dari perhitungan, yang menyebabkan Banu harus berhadap-hadapan dengan penjaga bank yang hendak dirampoknya. Pilihannya membunuh atau dibunuh. Banu membunuh penjaga bank itu, tetapi ia pun tertangkap.</p>
<p>Singkat cerita, Banu divonis hukuman mati. Tahu apa yang diinginkannya sebagai permintaan terakhir? Ia ingin bertemu ibunya. Dan tahu apa yang ia katakan pada sang ibu? &#8230;. &#8220;Seandainya Ibu dulu melarang saya mengambil milik orang, saya tak akan menjadi seperti ini&#8221;..</p>
<p>Nah,.. ini adalah contoh betapa pentingnya seorang ibu cermat dengan apa yang dilakukan anaknya. Kesalahan atau ketidaksengajaan kecil jika terus menerus terjadi akan menjadi perilaku.</p>
<p>Selain itu, dengan cerita ini kita dapat memahami pentingnya mengatakan tidak atau jangan. Umumnya sekarang orang berpendapat bahwa kata &#8216; tidak&#8217; dan &#8216;jangan&#8217; perlu dihindari, diganti dengan kaliimat positif yang setara. Kalimat-kalimat positif memang perlu dan kuat pengaruhnya, tetapi secara seimbang kita perlu juga mengatakan kata Tidak dan Jangan,sebagaimana Al Qur&#8217;an juga mengandung kalimat dengan kata Laa.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatguru1.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatguru1.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatguru1.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatguru1.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatguru1.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatguru1.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatguru1.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatguru1.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatguru1.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatguru1.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatguru1.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatguru1.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatguru1.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatguru1.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=28&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/12/16/seni-mengatakan-tidak-atau-jangan-menghayati-peran-orangtua-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2a5eca9b13371b0b53ddf2fb31bdac5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatguru1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nenek Moyang (menghayati peran orangtua II)</title>
		<link>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/12/16/nenek-moyang-menghayati-peran-orangtua-ii/</link>
		<comments>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/12/16/nenek-moyang-menghayati-peran-orangtua-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 20:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatguru1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[anaknya sakit-sakitan]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pelaut]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[tegap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatguru1.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini diambil dari sesi Mas Agi Rahmat di SMPIT Nurul Fajar (Sekolah Ibu Lisda) ketika bertemu dengan orangtua siswa Sabtu, 12 Desember 2009. Selamat menikmati. +++++++ ini kisah kedua yang diceritakan Pak Agi Rahmat pada acara dialog dengan orangtua, 12 Desember 2009, di SMPIT Nurul Fajar. Kisah bermula dari kerisauan seorang ibu akan keadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=26&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini diambil dari sesi Mas Agi Rahmat di SMPIT Nurul Fajar (Sekolah Ibu Lisda) ketika bertemu dengan orangtua siswa Sabtu, 12 Desember 2009. Selamat menikmati.<br />
+++++++<br />
ini kisah kedua yang diceritakan Pak Agi Rahmat pada acara dialog dengan orangtua, 12 Desember 2009, di SMPIT Nurul Fajar.</p>
<p>Kisah bermula dari kerisauan seorang ibu akan keadaan anaknya yang sakit-sakitan, murung dan kurang pandai di sekolah. Suatu hari sang Ibu bercerita pada anaknya, sambil memegang sebuah foto : &#8220;Nak, ini adalah gambar nenek moyangmu. Ia seorang pelaut yang berbadan tegap, sehat, kuat dan cerdas. Ia terkenal dan disegani&#8230;.&#8221;</p>
<p>Demikian cerita itu sering berulang-ulang diperdengarkan pada anaknya, sambil meyakinkan si anak bahwa ia bisa hebat juga seperti nenek moyangnya, asal mau hidup sehat, makan cukup, berolahraga.. dll. Singkat cerita si anak pun berangsur-angsur menjadi semakin membaik kesehatannya dan demikian juga prestasinya. Hingga , pada suatu hari ketika anak itu sudah dewasa, barulah sang ibu mengatakan bahwa sesungguhnya ia telah mengatakan yang tidak benar tentang nenek moyang mereka, karena sesungguhnya nenek moyang mereka tidak seperti itu keadaannya, bahkan sebaliknya&#8230; Si Ibu meminta maaf&#8230; yang langsung dimaafkan oleh si anak, karena dengan diberi &#8216;impian&#8217; tentang nenek moyang itulah ia berhasil berubah menjadi lebih baik.<br />
Nah, mengapa anak itu bisa berubah? Tentu karena ia sendiri telah mengupayakannya.</p>
<p>Sewaktu cerita ini dikisahkan, orangtua siswa Nufa tersenyum-senyum dan manggut-manggut. Hm.. semoga mereka mengerti pesan apa yang hendak disampaikan Pak Agi, dan bukan sekedar pembenaran berbohong pada anak&#8230;. Hehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatguru1.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatguru1.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatguru1.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatguru1.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatguru1.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatguru1.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatguru1.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatguru1.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatguru1.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatguru1.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatguru1.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatguru1.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatguru1.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatguru1.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=26&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/12/16/nenek-moyang-menghayati-peran-orangtua-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2a5eca9b13371b0b53ddf2fb31bdac5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatguru1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Pengendara Rakit(menghayati peran orangtua I)</title>
		<link>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/12/16/kisah-pengendara-rakitmenghayati-peran-orangtua-i/</link>
		<comments>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/12/16/kisah-pengendara-rakitmenghayati-peran-orangtua-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 20:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatguru1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[berlian]]></category>
		<category><![CDATA[carangpulang]]></category>
		<category><![CDATA[ciampea]]></category>
		<category><![CDATA[cisadane]]></category>
		<category><![CDATA[keturunan]]></category>
		<category><![CDATA[nufa]]></category>
		<category><![CDATA[pasir gaok]]></category>
		<category><![CDATA[rakit]]></category>
		<category><![CDATA[SMPIT Nurul Fajar]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatguru1.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini diambil dari sesi Mas Agi Rahmat di SMPIT Nurul Fajar (Sekolah Ibu Lisda) ketika bertemu dengan orangtua siswa Sabtu, 12 Desember 2009. Selamat menikmati. +++++++ Pernah naik rakit? Rakit adalah salah satu alternatif alat transpotrasi yang menghubungkan kampungku (Carangpulang) dengan kampung Pasir Gaok, yang dipisahkan oleh Sungai Cisadane yang lebar. Dari pagi hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=24&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini diambil dari sesi Mas Agi Rahmat di SMPIT Nurul Fajar (Sekolah Ibu Lisda) ketika bertemu dengan orangtua siswa Sabtu, 12 Desember 2009. Selamat menikmati.<br />
+++++++</p>
<p>Pernah naik rakit?<br />
Rakit adalah salah satu alternatif alat transpotrasi yang menghubungkan kampungku (Carangpulang) dengan kampung Pasir Gaok, yang dipisahkan oleh Sungai Cisadane yang lebar. Dari pagi hingga sore rakit ini menyeberang bolak-balik membawa penumpang mulai dari anak sekolah, pekerja, ibu-ibu yang pergi dan pulang belanja ke Ciampea atau siapa pun.</p>
<p>Kira-kira suasana seperti inilah yang digambarkan Pak Agi Rachmat dalam salah satu kisahnya, ketika berkunjung ke sekolah kami untuk berdialog dengan para orangtua siswa SMPIT Nurul Fajar.<br />
Sebetulnya Kisah Pak Agi tentang kampung lain,tentang rakit lain dan tentang dua orang pemuda yang bernama Hasan dan Budi. Keduanya bekerja sebagai pembawa /pengendara rakit tetapi mangkal di tempat yang berbeda.</p>
<p>Nah, suatu hari Hasan didekati oleh seorang nenek tua berpakaian kumal yang ingin menumpang menyeberang tapi tak punya uang. Hasan tak keberatan membawa sang nenek dengan rakitnya. Tentu saja nenek itu sangat berterimakasih dan menawarkan sebuah kotak kepada Hasan sebagai hadiah.<br />
&#8220;Di dalam kotak ini ada berlian&#8221;, katanya. Tapi Hasan tak begitu tertarik dengan kotak milik si nenek tua yang nampak miskin itu sehingga ia menampik hadiah tersebut dengan sopan :&#8221;Tak usah Nek, bawa saja kotak kecil itu bersama nenek&#8221;.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian Hasan bertemu dengan Budi yang ternyata sudah beralih profesi, menjadi pedagang. Budi bercerita bahwa ia dapat memulai usaha barunya berkat hadiah dari seorang nenek yang ditolongnya menyeberang. Setelah Hasan menanyakan ciri-ciri nenek baik hati itu tahulah ia bahwa nenek itu adalah nenek yang pernah bertemu juga dengannya.</p>
<p>Tinggallah Hasan yang menyesali kesempatan yang tak dapat diulang&#8230;Hanya karena tidak percaya&#8230;</p>
<p>Pelajaran apa yang dapat dipetik dari kisah ini?<br />
Sebagaimana Hasan yang tak mau percaya bahwa nenek tua berpakaian kumal itu memiliki berlian, kita pun kadang tak percaya bahwa anak yang Allah amanahkan pada kita adalah &#8216;berlian&#8217;.<br />
Padahal, sesungguhya tiap anak adalah berlian&#8230; Sudahkah kita mengasahnya?</p>
<p>( Ya Allah jadikanlah pasangan hidup kami dan keturunan kami menjadi penyejuk hati dan jadikanlah kami menjadi pemimpin orang-orang yang bertaqwa).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatguru1.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatguru1.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatguru1.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatguru1.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatguru1.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatguru1.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatguru1.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatguru1.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatguru1.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatguru1.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatguru1.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatguru1.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatguru1.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatguru1.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=24&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/12/16/kisah-pengendara-rakitmenghayati-peran-orangtua-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2a5eca9b13371b0b53ddf2fb31bdac5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatguru1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya</title>
		<link>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya/</link>
		<comments>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 20:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatguru1</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agi Rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[cangkir]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[mataram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatguru1.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Agi Rahmat Semangat PAGI! Sekelompok alumni sebuah padepokan di jaman Mataram yang telah mapan dalam karir masing-masing, di Kerajaan Mataram, berkumpul dan mendatangi sang empu [guru] mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka di Kerajaan Mataram. Menawari tamu-tamunya kopi, sang empu pergi ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=22&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Agi Rahmat</p>
<p>Semangat PAGI!</p>
<p>Sekelompok alumni sebuah padepokan di jaman Mataram yang telah mapan dalam karir masing-masing, di Kerajaan Mataram, berkumpul dan mendatangi sang empu [guru] mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka di Kerajaan Mataram.</p>
<p>Menawari tamu-tamunya kopi, sang empu pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis. Dari porselin, daun, kayu, bambu, tanah lempung, beberapa di antaranya cangkir porselin dari Cina yang sangat berharga dan beberapa lainnya terbuat dari bambu, kayu, dan tanah lempung sangat indah, dan mengatakan pada para mantan murid-murid-nya untuk menuang sendiri kopinya.</p>
<p>Setelah semua murid-murid-nya mendapat secangkir kopi di tangan, sang empu itu mengatakan: &#8220;Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah kalian ambil dan pilih sebagai wadah kopi ini, dan sisanya, yang tertinggal dan tidak kalian pilih, hanyalah cangkir biasa dan yang sederhana saja. Meskipun normal, dan sangat wajar bagi kalian, murid-muridku, memilih dan menginginkan cangkir-cangkir yang indah, bagus, dan berharga. Karena tentu kalian hanya menginginkan yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami&#8221;.<span id="more-22"></span></p>
<p>&#8220;Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi yang kalian minum. Karena sesungguhnya, cangkir itu hanya wadah, meskipun mungkin indah, bagus dan berharga. Apalagi bila justru cangkir lebih menonjol daripada apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi. Betul? Bukan cangkirnya, namun kalian, murid-murid secara sadar memilih dan mengambil cangkir yang indah dan bagus, lalu secara sadar pula memilih untuk membanding-bandingkan dengan cangkir-cangkir yang dipilih orang lain.&#8221;</p>
<p>&#8220;Murid-murid-ku, sekarang perhatikan baik-baik: Kehidupan bagai kopi, sedangkan jabatan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan apapun, kecuali jabatan, status sosial, bahkan tidak bisa mengganti kualitas kehidupan yang kita jalani. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.</p>
<p>&#8220;Tuhan menciptakan dan menumbuhkan kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya. Sadarilah jika pemaknaan hidup kita itu lebih penting dibanding posisi jabatan kita. Jika posisi membatasi diri dan mengendalikan hidup kita, kita menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Kita lebih mementingkan cangkir dibandingkan kopi.</p>
<p>Jabatan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak mengubah diri kita sebagai manusia. Pastikan kita membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari jabatan.<br />
____________________________________________________<br />
*) Business Team Leader &#8211; Partner Dunamis Consulting<br />
Jl Bendungan Jatiluhur 56, Jakarta 10210 IPhone 62-21 572 0761 Fax 62-21 572 0762 agi@dunamis.co.id<br />
“We Enable Greatness in People and Organizations Everywhere”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatguru1.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatguru1.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatguru1.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatguru1.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatguru1.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatguru1.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatguru1.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatguru1.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatguru1.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatguru1.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatguru1.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatguru1.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatguru1.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatguru1.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=22&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2a5eca9b13371b0b53ddf2fb31bdac5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatguru1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan berharap ada kesuksesan &#8216; Ujug-ujugly&#8217;</title>
		<link>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/jangan-berharap-ada-kesuksesan-ujug-ujugly/</link>
		<comments>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/jangan-berharap-ada-kesuksesan-ujug-ujugly/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 19:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatguru1</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[allah swt]]></category>
		<category><![CDATA[amal sholih]]></category>
		<category><![CDATA[cara pandang]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[destiny]]></category>
		<category><![CDATA[iqra]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mardhotillah]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[sopyan mk]]></category>
		<category><![CDATA[watak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatguru1.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[(catatan keduaku, setelah menyimak kuliah Pak Agi di sekolah kami) Sebagaimana Allah swt menurunkan ayat pertamaNya: IQRA, hendaklah kita menjadi orang yang melihat, mengamati, memikirkan, menimbang-nimbang sebelum memutuskan melakukan atau tak melakukan sesuatu. Nah, keputusan yang diambil akan menentukan seperti apa kita bertindak, dan apa yang akan kita peroleh dengan tindakan itu. Manakala proses ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=19&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(catatan keduaku, setelah menyimak kuliah Pak Agi di sekolah kami)</p>
<p>Sebagaimana Allah swt menurunkan ayat pertamaNya: IQRA, hendaklah kita menjadi orang yang melihat, mengamati, memikirkan, menimbang-nimbang sebelum memutuskan melakukan atau tak melakukan sesuatu.<br />
Nah, keputusan yang diambil akan menentukan seperti apa kita bertindak, dan apa yang akan kita peroleh dengan tindakan itu.<br />
Manakala proses ini berulang, maka tindakan-tindakan yang kita lakukan akan menjadi suatu kebiasaan.<br />
Kebiasaan yang menetap akan menjadi watak.<br />
Dan watak akan menentukan masa depan.<span id="more-19"></span></p>
<p>Coba balik alurnya, maka dapat kita katakan begini : Masa depan yang baik akan diperoleh orang yang berwatak baik, watak yang baik dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan baik, kebiasaan yang baik adalah hasil latihan atau kumpulan tindakan yang baik, dan tindakan baik baru sempurna jika dimulai dengan cara pandang baik pula.<br />
Ini sangat sesuai dengan Hadist yang berbunyi : &#8220;Sesungguhnya amal itu tergantung niat&#8221;.</p>
<p>Niat, cara pandang, adalah titik tolak untuk mencapai masa depan yang diidamkan. Pak Agi membahasakan masa depan ini dengan &#8216;destiny&#8217;.</p>
<p>Hm.. coba selaraskan saja seperti ini. jika &#8216;our destiny&#8217; adalah &#8216;mardhotillah&#8217; , maka titik awalnya adalah niat yang ikhlas, lalu, tabungan tindakan yang kemudian menjadi kebiasaan dan watak boleh kita sebut &#8216;amal sholih&#8217;.<br />
Dan, amal apakah yang paling disukai Allah? Yang sedikit tapi dilakukan terus menerus, atau kita sebut dengan &#8216;istiqomah&#8217; (Hadist).</p>
<p>Jadi, tidak ada kesuksesan &#8216;ujug-ujugly&#8217;, tiba-tiba. Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan.</p>
<p>Nah, sekarang sudah sukseskah kita? Sudah menangkah kita? Ayo mari kita tata dari awal.</p>
<p>Cara pandang.<br />
Tiap orang bisa punya cara pandang berbeda. Jangan merasa punya cara pandang paling benar. Karena bisa jadi cara pandang kita belum lengkap. Bisa jadi cara pandang kita belum positif.<br />
Jadi, banyaklah membaca-mengamati-bertukar pikiran.. ( Alangkah indahnya Islam ya.. yang mengajarkan kita untuk sering bermusyawarah dalam mengambil keputusan)</p>
<p>Tindakan<br />
Ilmu tak banyak bermanfaat jika tidak diwujudkan menjadi tindakan. Tindakan baru dapat berpengaruh besar jika dikerjakandengan ketekunan dan keteraturan.<br />
Tentang ketekunan contohlah Thomas Alfa Edison yang melakukan experimen 20000x untuk mendapatkan lampu pijar.<br />
Tentang keteraturan bergurulah pada tetes-tetes air yang dapat melubangi batu.<br />
Tentu saja tidak mudah untuk menjadi tekun dan teratur, perlu waktu yang panjang dan kesabaran yang banyak. Tekun dan teratur ini lah sebenarnya kunci dari Fokus.</p>
<p>Perubahan<br />
Perubahan adalah hal yang ditunggu-tunggu dalam setiap upaya perbaikan. Tetapi perubahan bisa juga sebagai awal mulanya. Merubah cara pandang, misalnya.<br />
Setiap perubahan bisa jadi menyebabkan ketidaknyamanan. Karena itu tidak setiap orang menginginkan perubahan atau bersedia berubah. Penghambat seseorang berubah bisa jadi adalah masalah genetik, psikologi atau lingkungan. Tapi, meskipun ketiga hal tersebut memang dapat mempengaruhi seseorang, sesungguhnya tidak menjadi penentu.<br />
Maka, berhusnuzhonlah pada taqdir Allah, beranilah mengambil pilihan-pilihan untuk berubah menjadi lebih baik, dan pagari dirimu dengan kawan-kawan yang dapat menguatkan.</p>
<p>Jangan bejuang sendirian&#8230; Berjama&#8217;ah itu indah dan berkah. Subhanalloh. Allahu Akbar!</p>
<p>Begitu kali, ya.<br />
Wallahu a&#8217;lam.<br />
Lisda Fauziah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatguru1.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatguru1.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatguru1.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatguru1.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatguru1.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatguru1.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatguru1.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatguru1.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatguru1.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatguru1.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatguru1.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatguru1.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatguru1.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatguru1.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=19&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/jangan-berharap-ada-kesuksesan-ujug-ujugly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2a5eca9b13371b0b53ddf2fb31bdac5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatguru1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hidup dengan gaya zaman apakah kamu itu?</title>
		<link>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/hidup-dengan-gaya-zaman-apakah-kamu-itu/</link>
		<comments>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/hidup-dengan-gaya-zaman-apakah-kamu-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 19:51:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatguru1</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Agi Rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[era berburu]]></category>
		<category><![CDATA[era bertani]]></category>
		<category><![CDATA[era industri]]></category>
		<category><![CDATA[era informasi dan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMPIT Nurul Fajar]]></category>
		<category><![CDATA[sopyan mk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatguru1.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[(Ini sekedar catatan, sebagian dari yang disampaikan Pak Agi Rahmat di SMP Nurul Fajar kemarin, Sabtu 31 Oktober 2009. Sebagian lagi nanti ditulis kemudian, kalo inget.. hehe.) Kehidupan manusia telah melalui beberapa zaman. Paling awal adalah ERA BERBURU. Pada zaman ini manusia tinggal mengambil kebutuhannya dari alam, karena sumberdayanya yang masih sangat berlimpah dibandingkan populasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=17&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Ini sekedar catatan, sebagian dari yang disampaikan Pak Agi Rahmat di SMP Nurul Fajar kemarin, Sabtu 31 Oktober 2009. Sebagian lagi nanti ditulis kemudian, kalo inget.. hehe.)</p>
<p>Kehidupan manusia telah melalui beberapa zaman.</p>
<p>Paling awal adalah ERA BERBURU.<br />
Pada zaman ini manusia tinggal mengambil kebutuhannya dari alam, karena sumberdayanya yang masih sangat berlimpah dibandingkan populasi manusia. Jika kebutuhan mereka di suatu tempat mulai berkurang, mereka dapat pindah ke tempat lain kapan saja mereka mau. Ketrampilan yang berkembang pada saat ini adalah ketrampilan berburu. Alat yang dimiliki manusia pada waktu itu sangat sederhana, sebagian besar juga merupakan alat berburu.<br />
Pada era ini yang berkuasa adalah yang kuat. Senioritas tidak berpengaruh, karena yang sudah tua dan mulai lemah akan tergantung hidupnya pada yang masih kuat, sehingga yang kuat dipercaya sebagai pembuat keputusan.<span id="more-17"></span></p>
<p>Ketika populasi manusia mulai bertambah, mereka beralih ke kegiatan bertani sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka tinggal di satu tempat tententu. Di sinilah mulai dikenal senioritas. Barang siapa lebih dulu datang ke suatu tempat, maka merekalah penguasa tempat itu, yang datang kemudian menjadi pengikut. Pada masa ini ketrampilan bertani berkembang pesat dengan diciptakannya juga alat-alat pertanian, sehingga hasilnya bisa jauh melampaui hasil berburu. Nah.. yang paling tekun akan mendapatkan kesuksesan paling besar. Masa ini diseburt ERA TANI.</p>
<p>Seiring dengan meningkatnya hasil pertanian dan ditemukannya mesin-mesin sehingga pertanian dapat semakin efektif, dan produksinya menjadi berlipat ganda, berkembanglah ketrampilan yang menangani hasil pertanian tsb, yaitu teknolgi pasca panen. Ini adalah zaman yang paling panjang. Disebut dengan nama ERA INDUSTRI. Cara memandang persoalan pada masa ini adalah input-PROSES-output. Keberhasilan diukur dengan uang, atau dengan halus kita biasa bilang dengan sebutan &#8216;nilai tambah&#8217;. Semua hal yang bisa menyebabkan nilai tambah adalah PROSES. Alat yang dipakai dalam proses ini bisa berupa mesin (Machine), material (Material), metode (Method), uang (Money), atau bahkan orang (Man). Hm.. orang! Zaman ini telah lama sekali berlangsung, dan sangat terasa dampaknya. Contohnya, bagaimana kita memperlakukan pegawai (guru termasuk di antaranya). Si A adalah pegawai kategori B karena pendidikannya C. Bulan ini masuk sekian hari , izin sekian hari, bolos sekian hari, maka gajinya sekian kali sekian tambah sekian kurang sekian, jadi.. segini. Nah apa jadinya kalau sekolah juga dianggap sebagai kegiatan industri, yang keberhasilannya dinilai dari jumlah uang yang dihasilkan?.. Tak mau jawab ah..hehe..</p>
<p>Maka, kini sebetulnya telah dimulai zaman baru, ERA INFORMASI/ PENGETAHUAN. Yang memimpin adalah yang punya pengetahuan lebih, dan yang punya akses informasi. Yang dihormati adalah yang punya good attitude, yang dipercaya adalah yang punya track record baguss&#8230;. Uang bukan bukan menjadi sesuatu yang utama.</p>
<p>Hmm..hmm..</p>
<p>Nah, Anda dan kehidupan anda sekarang, mengikuti ciri zaman yang mana?</p>
<p>Kalau Anda masih mementingkan otot daripada otak, berarti masih tertinggal di Era Berburu. Kalo masih sok senior berarti tertinggal di Era Tani.<br />
Kalau masih menilai segala sesuatu dengan uang berarti masih di Era Industri&#8230;..</p>
<p>Hati-hati saja, jika tak menyesuaikan diri dengan zaman, maka bisa jadi Anda akan tertinggal.. terpinggirkan.. terlupakan ..</p>
<p>Jadi, tangkaplah informasi. Belajarlah dan.. jaga baik-baik perilaku Anda.<br />
Pilihan di tangan Anda, dan Anda harus tahu resikonya.</p>
<p>Gitu, kali ya?<br />
Wallahu a&#8217;lam..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatguru1.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatguru1.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatguru1.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatguru1.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatguru1.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatguru1.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatguru1.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatguru1.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatguru1.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatguru1.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatguru1.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatguru1.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatguru1.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatguru1.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=17&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/hidup-dengan-gaya-zaman-apakah-kamu-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2a5eca9b13371b0b53ddf2fb31bdac5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatguru1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buka Bareng Bersama Mas Agi Rahmat DI SMPIT Nurul Fajar</title>
		<link>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/buka-bareng-bersama-mas-agi-rahmat-di-smpit-nurul-fajar/</link>
		<comments>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/buka-bareng-bersama-mas-agi-rahmat-di-smpit-nurul-fajar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 19:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatguru1</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Agi Rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[buka puasa]]></category>
		<category><![CDATA[cara pandang]]></category>
		<category><![CDATA[Dramaga]]></category>
		<category><![CDATA[hijau]]></category>
		<category><![CDATA[hukum alam]]></category>
		<category><![CDATA[Lisda Fauziah]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip dasar]]></category>
		<category><![CDATA[rumus matematika]]></category>
		<category><![CDATA[SMPIT Nurul Fajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sopyan Maolana Kosasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatguru1.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, Jumat 4 September 2009 akhirnya acara yang dirancang selama seminggu bersama Ibu Lisda akhirnya terlaksana dengan baik. Pengalaman seru terutama pada waktu diperjalanan menuju rumah Ibu Lisda. Saya (numpang mobil Mas Agi) mengikuti petunjuk Pak Awang seorang guru yang mengajar disekolah Ibu Lisda serasa lama untuk sampai ke lokasi. Namun disepanjang jalan itu membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=13&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sahabatguru1.files.wordpress.com/2009/11/mas-agi.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-14" title="mas Agi" src="http://sahabatguru1.files.wordpress.com/2009/11/mas-agi.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a>Kemarin, Jumat 4 September 2009 akhirnya acara yang dirancang selama seminggu bersama Ibu Lisda akhirnya terlaksana dengan baik. Pengalaman seru terutama pada waktu diperjalanan menuju rumah Ibu Lisda. Saya (numpang mobil Mas Agi) mengikuti petunjuk Pak Awang seorang guru yang mengajar disekolah Ibu Lisda serasa lama untuk sampai ke lokasi. Namun disepanjang jalan itu membuat imajinasi saya terbang entah kemana bahkan saya sulit membayangkan suatu daerah yang benar-benar luar biasa. Sepanjang jalan yang hijau dan teduh serta suasana yang alami membuat otak kanan dan adrenalin terus mengalir. Hanya ada satu pertanyaan yang menggelitik kami, mengapa di tanah yang sedemikian subur dan rindang aliran air di sungai dan danau terlihat mengering? Padahal sebelumnya, kami melewati jalan yang menuju ke daerah yang berada di wilayah binaan Cifor terlihat hutan yang begitu lestari.</p>
<p>Setelah sampai di lokasi, yang pertama kali terlihat adalah antusiasme dan optimisme para guru yang mengajar mulai dari TK – SMP. Ibu dan Bapak guru yang sangat percaya diri. Melihat bangunan SMP yang terlihat masih baru, dengan peralatan yang sederhana tidak mengubah cara memandang saya terhadap kebesaran sekolah yang dipimpin oleh Ibu Lisda. Mungkin orang bilang “AURA” ketulusan dan motivasi maju itulah yang membuat SMPIT Nurul Fajar bagi saya sangat luar biasa.<span id="more-13"></span></p>
<p>Acara dilakukan dengan sederhana, setelah dilakukan pembukaan&#8230; saya kebagian bercerita mengenai pengalaman saya menjadi guru. Wah kadang-kadang Ibu Lisda suka berlebihan kalau memuji, padahal bisa pergi ke luar negri mungkin biasa-biasa saja. Saya sampai lupa diri untuk berhenti kalau saja tidak ingat di belakang saya ada Mas Agi yang siap berbagi ilmunya. Pokoknya, ada sebagian cerita hidup saya di sana yang semoga bisa memotivasi teman-teman yang hadir. Tapi, saya juga sadar bahwa setiap cerita itu bisa dilalui oleh siapapun.</p>
<p>Selanjutnya Mas Agi menjelaskan tentang perubahan, ia menjelaskan bahwa di dunia ini ada 3 hal yang tidak pernah berubah, yaitu:<br />
1. Perubahan,<br />
Pada tahap ini Mas Agi bercerita tentang rumus matematika:<br />
a) (-) x (-) = (+)<br />
b) (+) x (+) = (+)<br />
c) (-) x (+) = (-)</p>
<p>d) (+) x (-) = (-)</p>
<p>Sebuah prinsip dasar matematika yang semua orang ingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari ketika melakukan perhitungan, namun orang-orang sering lupa bagaimana rumusan itu diaplikasikan dalam kehidupan sosial, ritual, dan kenegaraan.</p>
<p>Mas Agi bercerita bahwa (-) x (-) = (+) mengandung arti bahwa jika suatu keburukan jika kita sampaikan sebagai suatu keburukan maka itu akan menjadi kebaikan. Jadi mengatakan sesuatu yang munkar atau jahat dengan sebutan perbuatan itu munkar dan jahat akan menjadikan kebaikan. Karena setiap orang dipastikan akan tahu bahwa tidakan itu adalah kejahatan atau keburukan. Begitupun rumusan (+) x (+) = (+) mengandung arti bahwa kebaikan jika dikatakan sebagai suatu kebaikan maka itu akan menghasilkan kebaikan. Kita harus berani bahwa setiap kebaikan adalah kebaikan supaya semua orang tahu bahwa hal tersebut adalah kebaikan.<br />
(-) x (+) = (-) diterjemahkan Mas Agi menjadi seperti paradoks padahal tidak sama sekali. Maksudnya adalah jika keburukan dikatakan sebagai sebuah kebaikan maka itu akan menjadi keburukan. Begitupun (+) x (-) = (-) dimaknai bahwa jika kebaikan dikatakan sebagai keburukan maka dapat dipastikan akan menghasilkan keburukan. Rasanya semua peserta mafhum akan hal ini. Dimana saat ini seringkali kita menemui sebuah fenomena di masyarakat kebaikan dianggap sebuah keburukan dan kemunduran dari sebuah peradaban moderen atau sebaliknya betapa masivnya saat ini promosi keburukan sehingga sepertinya lambat laun keburukan itu menjadi eksis dan menjadi sebuah kebaikan yang semakin banyak diikuti oleh kaum-kaum yang lemah imannya.</p>
<p>2. Prinsip<br />
Mas Agi menyebutkan prinsip sebagai sunatullah, karena menurutnya prinsip-prinsip itu nyata dan tidak bisa ditolak oleh siapapun. Contoh: matahari terbit pagi hari dan terbenam sore hari, benda akan jatuh ke bumi jika dilemparkan ke atas, dan masih banyak contoh yang berkaitan dengan prinsip. Mas Agi menjelaskan bahwa jika yang disampaikan itu tidak memenuhi kaidah sunatullah maka itu bukan prinsip. Pada titik ini Mas Agi menjelaskan, bahwa kita harus menjadikan prinsip-prinsip dalam kehidupan itu harus mengacu pada sunatullah. Saya jadi berfikir bahwa mungkin saya sering mengaku bahwa saya memiliki prinsip A, padahal kalau kita mau jujur prinsip itu jelas tidak sesuai dengan kaidah sunatullah. Panjang sekali Mas Agi bercerita di sisi ini. Mas Agi berpendapat bahwa dari kaidah-kaidah itu ada nilai besar yang seharunya menjadi acuan, yaitu:<br />
a) Kejujuran<br />
b) Keterbukaan<br />
c) Transparan<br />
d) Kepastian/tepat waktu</p>
<p>Beliau memberikan gambaran mengenai prinsip ini, bahwa ada 3 faktor yang menjadi kunci kesusksesan seseorang jika mengikuti prinsip-prinsip atau sunatullah. Ada tiga orang yang dianggap berhasil sebagai seorang atlit, yaitu: Muhammad Ali, Michael Jordan, dan Tiger Wood. Salah satu nilai yang ditunjukkan adalah mengenai tepat waktu. Dalam sejarah mencatat bahwa Muhammad Ali sejak usia 16 tahun meyakini bahwa dirinya akan menjadi juara dunia begitupun pelatihnya meyakini hal tersebut. Menurut pelatihnya, Muhammad Ali itu sangat istimewa, dari sejak mulai berlatih sampai ia menjadi juara dunia ia selalu datang tepat waktu dan konsisten dengan jadwal latihannya. Bahkan sehari setelah kemenangannya dalam pertandingan, ia akan tetap datang untuk berlatih tanpa harus merasakan mabuk kemenangan.</p>
<p>Salah satu kunci sukes lain adalah konsistensi dan menabung. Menurut Mas Agi, hal yang bisa dijadikan alat ukur keberhasilan seseorang adalah konsistensi yang ia tempuh untuk mencapai cita-cita atau suatu keahlian. Merujuk pada sebuah riset yang mengatakan bahwa keberhasilan seseorang akan tercapai jika sudah menempuh masa latihan 10.000 jam. Dalam konversi waktu, jika latihan itu dilakukan selama llima jam dalam sehari, artinya kurang lebih seseorang itu akan berlatih selama 8 tahun. Jadi betapa bisa dibayangkan bagaimana para atlit dari Cina atau negara lain yang bisa mengukir prestasi di usia muda, ternyata di negaranya memang sudah mempersiapkan para atlit sejak mereka muda. Akibatnya ketahanan prestasi mereka pun cukup lama. Di Indonesia? Kita perlu berlatih dahulu dari sekarang untuk mencapai angka 10.000 jam.</p>
<p>3. Pilihan<br />
Semua orang punya jutaan pilihan, namun dari jutaan atau milyaran pilihan kita sudah menetapkan pilihan. Bahkan yang tidak mau memilih atau tidak mau mengambil pilihan adalah sebuah pilihan dalam kehidupannya. Kita yang menjadi diri kita saat ini (ada yang menjadi guru, direktur, dokter, polisi, atlit, atau apapun) adalah sebuah pilihan dari sebuah proses panjang atau kecelakaan pilihan. Kita bisa menentukan kapan pun dimanapun akan pilihan-pilihan itu. Apakah kita akan konsisten dengan pilihan kita saat ini, atau kita akan mengubah sebagian kecil dari pilihan kita saat ini, atau mau secara ekstrim kita memilih hal baru dalam kehidupan kita.</p>
<p>Ada tiga fondasi untuk melakukan perubahan<br />
1. Motive/paradigma<br />
2. Kebiasaan<br />
3. Karakter</p>
<p>Ketika berada dalam pilihan, kita akan dihadapkan pada tahapan panjang untuk berubah. Karena ternyata orang hanya mau berubah di tataran kebiasaan. Padahal kebiasaan-kebiasaan itu kalau tidak dilandasi oleh perubahan motif atau paradigma, maka perubahan itu menjadi sebuah angan-angan belaka. Untuk menjadi berubah, sudah saatnya kita memulai perubahan dengan mengenal paradigma kita saat ini. Setelah itu baru kita menentukan mau seperti apa kedepan.</p>
<p>Sepertinya cerita-cerita di atas tidak ada habisnya, sayang waktu Maghrib sudah tiba dan paparan dari Mas Agi pun ditutup. Semoga apa yang saya tulis saat ini bisa memotivasi kita untuk selalu berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Setelah shalat Maghrib, hidangan Nasi hangat dan sayur asam serta pedamping lainnya sungguh nikmat sekali. Jadi ingat firman Allah, nikmat apalagi yang mau saya dustakan dari semua ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatguru1.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatguru1.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatguru1.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatguru1.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatguru1.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatguru1.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatguru1.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatguru1.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatguru1.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatguru1.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatguru1.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatguru1.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatguru1.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatguru1.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=13&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/18/buka-bareng-bersama-mas-agi-rahmat-di-smpit-nurul-fajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2a5eca9b13371b0b53ddf2fb31bdac5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatguru1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sahabatguru1.files.wordpress.com/2009/11/mas-agi.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">mas Agi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/17/hello-world/</link>
		<comments>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/17/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 00:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatguru1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di blog Sahabat Guru! Terimakasih sudah berkenan menyempatkan diri untuk berkunjung. Semoga ada banyak hal yang bermanfaat dan berguna setelah melihat-lihat isi dan materi yang kami sediakan. Kami pun dengan tangan terbuka memberi ruang yang besar untuk berpartisipasi di blog ini atau kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan. Kami percaya, sekecil apapun langkah kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=1&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang di blog Sahabat Guru!</p>
<p>Terimakasih sudah berkenan menyempatkan diri untuk berkunjung. Semoga ada banyak hal yang bermanfaat dan berguna setelah melihat-lihat isi dan materi yang kami sediakan. Kami pun dengan tangan terbuka memberi ruang yang besar untuk berpartisipasi di blog ini atau kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan.</p>
<p>Kami percaya, sekecil apapun langkah kita akan menjadi gelombang dahsyat dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Semakin banyak orang terlibat, semakin besar gerak sinergi ini di masa yang akan datang.</p>
<p>Semoga Allah meridhoi kita semua. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatguru1.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatguru1.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatguru1.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatguru1.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatguru1.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatguru1.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatguru1.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatguru1.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatguru1.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatguru1.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatguru1.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatguru1.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatguru1.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatguru1.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatguru1.wordpress.com&amp;blog=10534422&amp;post=1&amp;subd=sahabatguru1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatguru1.wordpress.com/2009/11/17/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2a5eca9b13371b0b53ddf2fb31bdac5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatguru1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
